Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Selamat datang di blog zakylinuxer.blogspot.com

Monday, May 14, 2012

Cara Membuat Flash Disk Bootable Dari Linux Dengan WINUSB

"WinUSB adalah alat yang memungkinkan Anda membuat Windows menginstal USB stick dari Linux hanya dalam dua klik. Aplikasi ini mendukung Windows Vista dan 7 yang dapat menggunakan salah ISO atau DVD sebagai sumber."

Menarik Bukan? Well dulu emang pernah sih Unetbootin punya fitur kayak gini, tapi fitur itu telah dihilangkan di versi yang baru, tapi di versi unetbootin lama itu juga kita harus memformat flashdisk menjadi NTFS secara manual, jadi agak agak rumit buat beberapa user, tapi sekarang udah ada WINUSB well thank WINUSB proses nya sekarang udah mudah! :)


WINUSB datang dengan dua antarmuka yaitu GUI dan antarmuka yang menggunakan Command line aka Terminal



Instal WinUSB dan menciptakan USB stick installer Windows dari Linux


WinUSB tersedia dalam PPA Pengguna ubuntu, Untuk menginstallnya silahkan buka terminal dan ketikkan perintah berikut satu persatu


sudo add-apt-repository ppa:colingille/freshlight
sudo apt-get update
sudo apt-get install winusb
 
Jika Anda tidak ingin menambahkan PPA, Anda juga dapat secara manual men-download. Deb dari SINI 
Untuk pengguna Linux Arch, Silahkan download disini  .  
 Untuk file sumber, lihat WinUSB di situs resminya .

Untuk membuat bootable Windows 7 atau Vista USB dari Linux, pastikan Anda memiliki drive USB yang cukup besar (setidaknya 4 GB), mulai GUI WinUSB (hanya mencari WinUSB di menu / dasbor), pilih Windows 7 / Vista ISO atau DVD drive dan perangkat target (USB drive), dan klik "Install". Itu saja.

Jika karena alasan tertentu, USB drive tidak muncul di bawah "Target device" tapi muncul di filemanager Anda, dll, Anda dapat memaksa WinUSB ke daftar dengan memilih File> Tampilkan semua drive. Tapi pastikan Anda tidak memilih perangkat yang salah (seperti hard disk Anda) jika Anda melakukan ini!


Jika Anda tidak ingin menggunakan GUI dan lebih memilih untuk membuat Windows 7 / Vista USB installer dengan command line , gunakan perintah ini:

pertama format dulu
sudo winusb --format  
lalu buat installer dengan perintah
sudo winusb --install   

Struktur Direktori di Linux

/
Direktori root, yang menampung seluruh file yang ada dalam Linux

/bin
Berisi file yang dapat dieksekusi/dijalankan (dianalogikan sebagai suatu file dengan ekstension exe pada DOS/Windows).

/boot
Direktori berisi file yang dieksekusi saat Linux booting.

/dev
Linux memperlakukan semua sebagai file. Direktori ini merupakan file dari hardware komputer kita. Misal floppy disk menjadi file /dev/fd0, CD ROM menjadi /dev/sr0, bahkan hingga memori. Yang cukup terkenal adalah /dev/null, semua file yang dikopi kesini akan dikosongkan.

/etc
Berisi file-file konfigurasi Linux. Biasanya berbentuk file text dan dapat diedit dengan mudah.

/home
Berisi direktori dari masing-masing user.


/lib
Berisi kumpulan library yang yang diperlukan oleh program di root direktori. (file DLL pada sistem operasi Windows).

/lost+found
Merupakan direktori yang terbentuk pada setiap partisi yang kita buat. Fungsinya untuk menyimpan file2 yang bisa diselamatkan ketika terjadi kesalahan sistem yang mengharuskan pemeriksaan sistem file ext2 atau ext3.

/mnt
Direktori tempat mounting device yang kita miliki. Misalnya /dev/hda1 (partisi DOS) dimount ke /mnt/dos. Secara default direktori ini kosong, dan kita harus membuat direktori sendiri sebagai mount point-nya.

/proc
Sistem file semu yang ditulis di atas memory. Digunakan untuk menginformasikan sistem (biasanya tentang proses yang sedang berjalan).

/root
Direktori home bagi root/sbin File eksekusi  yang dijalankan olem sistem atau root.

/tmp
Berisi file-file sementara

/usr
Berisi file dan program yang berorientasi pada user. Hampir semua program yang disertakan dalam distribusi diinstal disini.

/var
Berisi data yang berubah pada saat Linux berjalan. Data ini biasanya hanya spesifik pada satu komputer, dan tidak dibagi dengan komputer lain dalam jaringan.

Instal codec di Ubuntu 12.04

Setelah sebelumnya mempublikasikan panduan menginstall Ubuntu 12.04 LTS, kali ini kami sampaikan cara menginstal codec yang diperlukan untuk memutar berbagai format multimedia, baik musik maupun video seperti mp3, mp4, 3gp, flv, mpg dan lainnya.

Dengan panduan installasi yang sederhana, diharapkan pengguna pemula sekalipun akan dengan mudah mengikuti tutorial ini.

Untuk mendapatkan Codec Ubuntu 12.04 LTS yang telah kami kumpulkan beserta dependensinya, silahkan download CodecPack1204.tar.gz ini.

Extract file codecpack1204.tar.gz sehingga Anda mendapatkan folder codecpack1204 yang berisi paket-paket codec distribusi debian.

Jalankan terminal (Ctrl+Alt+T) lalu menuju ke folder codecpack1204, sebagai contoh, jika Anda meletakkan folder codecpack1204 di desktop maka ketik perintah berikut:

cd ~/Desktop/codecpack1204

Atau sesuaikan dengan lokasi tempat Anda meletakkan folder tersebut. Ketik perintah berikut untuk menginstall semua paket yang ada didalam foder:

sudo dpkg -i *.deb

Masukkan password Anda jika diminta lalu tekan enter, tunggu hingga semua paket selesai diinstall...

Tuesday, April 24, 2012

Repository Debian

Repo.ugm.ac.id
deb http://repo.ugm.ac.id/debian/ stable main contrib non-free
Kambing.ui.edu
deb http://kambing.ui.edu/debian etch main contrib non-free
deb http://kambing.ui.edu/debian etch/volatile main contrib non-free
deb http://kambing.ui.edu/debian-security etch/updates main contrib non-free
mirror.its.ac.id
deb http://mirror.its.ac.id/debian etch main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian-security etch/updates main non-free contrib
komo.vlsm.org
deb http://komo.vlsm.org/debian etch main non-free contrib
deb http://komo.vlsm.org/debian etch-proposed-updates main non-free contrib
debian.indika.net.id
deb http://debian.indika.net.id/debian etch main non-free contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian etch-proposed-updates main non-free contrib
ftp://ftp.itb.ac.id
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/debian etch main non-free contrib
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/debian etch-proposed-updates main non-free contrib
http://buaya.klas.or.id
deb http://buaya.klas.or.id/debian etch main contrib non-free
deb http://buaya.klas.or.id/debian-security etch/updates main contrib non-free
Kalo aku sekarang pake yg indika.net. Lgsg aja aku masukkin ke # etc/apt/source.list.
# apt-get update

Monday, April 23, 2012

Hal - Hal yang bisa dilakukan VLC Player

VLC Media Player merupakan salah satu aplikasi open source yang sukses di pasaran. Selain kemampuannya dalam memutar berbagai format audio dan video, ternyata VLC juga mempunyai beberapa fitur keren yang mungkin jarang kita gunakan. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas beberapa fitur tersebut. Silakan menyimak!

1. Merekam aktivitas layar (screencast)
VLC Media Player ternyata dapat kita gunakan untuk merekam aktivitas layar alias screencast. Di Linux sendiri, sudah ada berbagai macam aplikasi untuk melakukan screencast seperti Eidete dan gtkRecordMyDesktop. Meskipun kinerjanya tidak sebagus aplikasi-aplikasi tersebut, VLC cukup mumpuni untuk melakukan screencast. Bagaimana melakukannya? Cukup buka VLC, lalu pilih menu "Media & Open Capture Device..." atau tekan tombol singkat CTRL + C. Pada bagian "Capture Mode" pilih "Desktop" serta jangan lupa memilih "Convert" untuk menyimpan hasil screencast. Untuk mengakhiri screencast, cukup tekan tombol stop lalu tutup aplikasi VLC.

2. Merekam video lewat Webcam
Fitur keren berikutnya adalah merekan video lewat Webcam. Caranya hampir sama dengan nomor 1 di atas, cukup ganti Capture Mode menjadi "Video for Linux 2". Mudah bukan?

3. Meng-convert video
VLC juga dapat digunakan untuk meng-convert video. Namun, kita harus memutar video tersebut dari awal sampai akhir. VLC akan memutar video tersebut sekaligus meng-convert video tersebut. Caranya pilih menu "Media Convert / Save..." atau tekan CTRL + R di papan ketik. Tekan tombol "Add..." untuk menambahkan file yang ingin di-convert.

4. Mengambil screenshot dari video yang diputar
Jika kalian ingin mengambil gambar dari video yang sedang diputar, entah mau dijadikan wallpaper atau dipamerkan kepada teman, kalian dapat melakukannya di VLC. Cara klik kanan pada video yang diputar, pilih "Video Take Snapshot...".

Mempercepat Loading Netbeans

Tuning JVM switches for performance" yaitu bagaimana meningkatkan performa Netbeans dengan mengubah setingan JVM (Java Virtual Machine).

OK! Untuk dapat menerapkan trik ini, temukan dulu file "netbeans.conf". Jika kalian menginstal Netbeans dari package manager di Ubuntu file ini bisa ditemukan di "/etc/netbeans.conf", tapi jika kalian menginstalnya dari file installer yang diunduh langsung dari situs Netbeans, file ini berada di "folder_instalasi/etc/netbeans.conf".

Nah, jika sudah ketemu edit file tersebut dan temukan baris yang dimulai dengan kata "netbeans_default_options". Sebagai contoh berikut baris yang saya maksud:

netbeans_default_options="-J-client -J-Xss2m -J-Xms32m -J-XX:PermSize=32m& -J-Dapple.laf.useScreenMenuBar=true -J-Dapple.awt.graphics.UseQuartz=true-J-Dsun.java2d.noddraw=true"

Ganti baris tersebut dengan:
view plainprint?
netbeans_default_options="-J-client -J-Xverify:none ;-J-Xss2m -J-Xms32

Di sini kita mematikan verifikasi Java bytecode (-J-Xverify:none) sehingga proses loading lebih cepat serta kita menggunakan "-Dsun.java2d.opengl=true" agar Netbeans menggunakan akselerasi OpenGL untuk rendering grafisnya.

Saya sudah mencoba trik ini dan ternyata dapat mempercepat loading Netbeans hampir 1.5 detik yaitu dari yang mulanya 6.52 detik menjadi 5.26 detik.

COOoder : Percantik Source Kode Program di LibreOffice

COOoder merupakan ekstensi untuk LibreOffice dan OpenOffice yang memungkinkan kita untuk menampilkan source code suatu program dengan format yang menarik. Bisa kalian lihat pada gambar di atas, selector, property, dan value untuk CSS diberi warna yang berbeda. COOoder mendukung berbagai macam syntax bahasa pemrograman dan yang paling penting, kalian bisa menggunakannya dengan gratis! Instalasi Kalian bisa mendapatkan COOoder dengan mengunduhnya di sini. Simpan file di tempat yang mudah diingat lalu buka LibreOffice, silakan langsung menuju ke "Tools > Extension Manager" lalu klik "Add..." dan pilih file ekstensi yang barusan diunduh. Setelah proses penambahan ekstensi selesai, restart LibreOffice untuk mengaktifkan ekstensi yang barusan ditambahkan. Penggunaan Cara menggunakan COOoder cukup mudah, cukup blok source code yang ingin "dipercantik" lalu pilih menu "Tools > Add-Ons > COOoder" sehingga jendela COOoder terbuka. Pada bagian "Language" silakan pilih bahasa pemrograman yang sesuai lalu klik "OK". Mudah bukan? Nah, sekarang kalian tinggal memilih font yang kalian kehendaki. Saran saya, gunakan font dengan tipe "Mono" agar tampak lebih geek ;) COOoder: Percantik Source Kode Program di LibreOffice