Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban
trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik
dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu
tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Skenario :
1. ether1 dan ether2 terhubung pada internet service provider yang
berbeda dengan besar bandwdith yang berbeda. ISP1 sebesar 512kbps dan
ISP2 sebesar 256kbps
2. menggunakan web-proxy internal dan openDNS
3. Mikrotik RouterOS versi 4.5, karena fitur PCC mulai dikenal pada Mikrotik versi 3.24
konfigurasi
1
2
3
4
5
6
|
/ip address
add address=192.168.101.2/30 interface=ether1
add address=192.168.102.2/30 interface=ether2
add address=10.10.10.1/24 interface=wlan2
/ip dns
set allow-remote-requests=yes primary-dns=208.67.222.222 secondary-dns=208.67.220.220
|
Koneksi client menggunakan wireless wlan2 dengan range IP client
10.10.10.2 s/d 10.10.10.254 netmask 255.255.255.0, dimana IP 10.10.10.1
yang dipasangkan pada wlan2 berfungsi sebagai gateway dan dns server
dari client. Jika anda menggunakan DNS dari salah satu ISP anda, maka
akan ada tambahan mangle. Setelah pengkonfigurasian IP dan DNS sudah
benar, selanjutnya mengatur default route ke masing-masing IP gateway
ISP agar router meneruskan semua trafik yang tidak terhubung padanya ke
gateway tersebut. Fitur yang digunakan adalah "fitur check-gateway"
berguna jika salah satu gateway putus, maka koneksi akan dibelokkan ke
gateway lainnya.
1
2
3
|
/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 distance=1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 distance=2 check-gateway=ping
|
Untuk pengaturan Access Point sehingga PC client dapat terhubung dengan wireless,gunakan perintah
1
2
|
/interface wireless
set wlan2 mode=ap-bridge band=2.4ghz-b/g ssid=Mikrotik disabled=no
|
Agar pc client dapat melakukan koneksi ke internet, ganti IP private
client ke IP public yang ada di interface publik anda yaitu ether1 dan
ether2.
1
2
3
|
/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2
|
Sampai langkah ini, router dan pc client sudah dapat melakukan koneksi
internet. Lakukan ping baik dari router ataupun pc client ke internet.
Jika belum berhasil, cek kembali konfigurasi anda.
Webproxy Internal
Pada routerboard tertentu, seperti RB450G, RB433AH, RB433UAH, RB800 dan
RB1100 mempunyai expansion slot (USB, MicroSD, CompactFlash) untuk
storage tambahan. Pada contoh berikut akan menggunakan usb flashdisk
yang dipasangkan pada slot USB. Untuk pertama kali pemasangan, storage
tambahan ini akan terbaca statusnya invalid di /system store. Agar dapat
digunakan sebagai media penyimpan cache, maka storage harus diformat
dahulu dan diaktifkan Nantinya kita tinggal mengaktifkan webproxy dan
set cache-on-disk=yes untuk menggunakan media storage. Jangan lupa untuk
membelokkan trafik HTTP (tcp port 80) kedalam webproxy.
1
2
3
4
5
6
|
/store disk format-drive usb1
/store
add disk=usb1 name=cache-usb type=web-proxy activate cache-usb
/ip proxy set cache-on-disk=yes enabled=yes max-cache-size=200000KiB port=8080
/ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 in-interface=wlan2 action=redirect to-ports=8080
|
Pengaturan Mangle
Pada load balancing kali ini yang akan digunakan adalah fitur yang
disebut PCC (Per Connection Classifier). Dengan PCC anda bisa
mengelompokan trafik koneksi yang melalui atau keluar masuk router
menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan
src-address, dst-address, src-port dan atau dst-port. Router akan
mengingat-ingat jalur gateway yang dilewati diawal trafik koneksi,
sehingga pada paket-paket selanjutnya yang masih berkaitan dengan
koneksi awalnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama juga.
Kelebihan dari PCC ini yang menjawab banyaknya keluhan sering putusnya
koneksi pada teknik load balancing lainnya sebelum adanya PCC karena
perpindahan gateway.
Sebelum membuat mangle load balance, untuk mencegah terjadinya loop
routing pada trafik, maka semua trafik client yang menuju network yang
terhubung langsung dengan router, harus di bypass dari load
balancing.Anda dapat membuat daftar IP yang masih dalam satu network
router dan memasang mangle pertama kali sebagai berikut :
1
2
3
4
5
6
7
|
/ip firewall address-list
add address=192.168.101.0/30 list=lokal
add address=192.168.102.0/30 list=lokal
add address=10.10.10.0/24 list=lokal
/ip firewall mangle
add action=accept chain=prerouting dst-address-list=lokal in-interface=wlan2 comment=”trafik lokal”
add action=accept chain=output dst-address-list=lokal
|
Pada kasus tertentu, trafik pertama bisa berasal dari Internet, seperti
penggunaan remote winbox atau telnet dari internet dan sebagainya, oleh
karena itu anda juga memerlukan mark-connection untuk menandai trafik
tersebut agar trafik baliknya juga bisa melewati interface dimana trafik
itu masuk
1
2
3
|
/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether1 new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes comment=”trafik dari isp1”
add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether2 new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes comment=”trafik dari isp2”
|
Umumnya, sebuah ISP akan membatasi akses DNS servernya dari IP yang
hanya dikenalnya, jadi jika anda menggunakan DNS dari salah satu ISP
anda, anda harus menambahkan mangle agar trafik DNS tersebut melalui
gateway ISP yang bersangkutan bukan melalui gateway ISP lainnya. Disini
kami berikan mangle DNS ISP1 yang melalui gateway ISP1. Jika anda
menggunakan publik DNS independent, seperti opendns, anda tidak
memerlukan mangle dibawah ini.
1
2
|
/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=output comment=dns dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=tcp
comment=”trafik DNS belajar.org” add action=mark-connection
chain=output dst-address=202.65.112.21 dst-port=53
new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=udp add action=mark-routing chain=output connection-mark=dns new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
|
Karena pada pembahasan ini menggunakan webproxy pada router, maka trafik
yang perlu di load balance ada 2 jenis, yang pertama trafik dari
client menuju internet (non HTTP), dan kedua trafik dari webproxy menuju
internet. Agar lebih terstruktur dan mudah dalam pembacaannya, gunakan
custom-chain sebagai berikut :
1
2
|
/ip firewall mangle
add action=jump chain=prerouting comment=”lompat ke client-lb” connection-mark=no-mark in-interface=wlan2
jump-target=client-lb add action=jump chain=output comment=”lompat ke
lb-proxy” connection-mark=no-mark out-interface=!wlan2
jump-target=lb-proxy
|
Pada mangle diatas, untuk trafik load balance client pastikan parameter
in-interface adalah interface yang terhubung dengan client, dan untuk
trafik loadbalance webproxy, gunakan chain output dengan parameter
out-interface yang bukan terhubung ke interface client. Setelah custom
chain untuk load balancing dibuat, anda dapat membuat mangle di custom
chain tersebut sebagai berikut :
1
2
3
4
5
|
/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal loadbalancing klien”
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1
add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2
add action=return chain=client-lb comment=”akhir dari loadbalancing”
|
1
2
3
4
5
|
/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal load balancing proxy”
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1
add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2
add action=return chain=lb-proxy comment=”akhir dari loadbalancing”
|
Untuk contoh diatas, pada load balancing client dan webproxy menggunakan
parameter pemisahan trafik pcc yang sama, yaitu both-address, sehingga
router akan mengingat-ingat berdasarkan src-address dan dst-address dari
sebuah koneksi. Karena trafik ISP yang berbeda (512kbps dan 256kbps),
maka membagi beban trafiknya menjadi 3 bagian. 2 bagian pertama akan
melewati gateway ISP1, dan 1 bagian terakhir akan melewati gateway ISP2.
Jika masing-masing trafik dari client dan proxy sudah ditandai, langkah
berikutnya tinggal membuat mangle mark-route yang akan digunakan dalam
proses routing nantinya
1
2
3
4
5
6
7
|
/ip firewall mangle
add action=jump chain=prerouting comment=”marking route client” connection-mark=!no-mark in-interface=wlan2 jump-target=route-client
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no
add action=return chain=route-client disabled=no
|
1
2
3
|
/ip firewall mangle
add
action=mark-routing chain=output comment=”marking route proxy”
connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1
out-interface=!wlan2 passthrough=no
add
action=mark-routing chain=output connection-mark=con-from-isp2
new-routing-mark=route-to-isp2 out-interface=!wlan2 passthrough=no
|
Pengaturan Routing
Pengaturan mangle diatas tidak akan berguna jika anda belum membuat
routing berdasar mark-route yang sudah dibuat. Pada tahap ini akan
membuat routing backup, sehingga apabila sebuah gateway terputus, maka
semua koneksi akan melewati gateway yang masing terhubung.
1
2
3
4
5
|
/ip route
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=1
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=2
add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=1
add check-gateway=ping dst-a
Sumber : http://hertasmin.blogspot.com/2013/04/load-balance-mikrotik-dengan-konsep-pcc.html
|